Let's to be Imaginator with FFESKI

Posts tagged ‘SHINee’

My Beloved Brother – Part 3

My Beloved Brother – Part 3

 Title                : My Beloved Brother – Part 3

Author           : Revronika

Cast                : Park Min Rin( as Park Min Joo’s sister), Lee Taemin ( as Park Min Joo), Park Rin Hwa ( as Min Rin’s best friend),  Yesung ( as Im Jong Woon) and Key ( as Im Ki Bum).

Rating            : NC15

Genre             : Family, Romantic

Flash Back    : Naega dan Ki Bum oppa sudah mulai dekat satu sama lain. Tiba-tiba aku menemukan surat di kamar Min Joo oppa yang berisi kalau dia mau pergi ke Amerika untuk kuliah, tapi kenapa oppa tidak memberitahukannya langsung padaku, apa oppa menyembunyikan sesuatu dariku? Kalau tidak kenapa dia hanya menulis surat padaku kalau dia ingin pergi ke Amerika?       MY BELOVED BROTHER – PART 3

Aku langsung berlari keluar kamar oppa dan aku langsung kekamar eomma untuk menanyakannya lagi, eomma bilang itu benar, oppa akan bersekolah ke Amerika selama 3-4 tahun, kenapa aku tidak tahu?

oppa kau jahat padaku!!!” teriakku di kamar eomma

“sudahlah, lagipula kata Min Joo, dia akan sering menelponmu dari Amerika”

“iya aku tahu eomma, tapi kenapa hanya aku saja yang tidak tahu tentang berita ini dan kenapa oppa hanya menulis surat padaku?”

“Min Joo takut kalau dia minta ijin padamu, pasti kamu tidak akan membiarkan Min Joo pergi kan?”

Hajiman kalau oppa ijin padaku pasti aku akan mengijinkannya pergi ke Amerika eomma, apa sesuatu sedang terjadi pada oppa?”

Waktu aku bertanya seperti itu pada eomma, wajah eomma menjadi pucat dan tingkah lakunya berubah menjadi orang yang sedang kebingungan saja, aku mulai curiga ada apa sebenarnya ini

eomma gwaenchanayo?”

ahh gwaenchana Min Rin-ah

eomma bohong, kenapa wajah eomma pucat sekali? Apa eomma sakit?”

“ANIO!!! gwaenchana” bentak eomma padaku

Aku terkejut, tiba-tiba eomma membentakku, ada apa sih ini sebenarnya.

“Min Rin mianhae, tadi eomma membentakmu, jeongmal mianhae Min Rin-ah

Aku langsung berlari ke taman belakang rumah, aku tidak mau bertemu dengan siapapun sekarang ini.

“Min Rin-ah gwaenchana?” tanya seseorang padaku dari belakang

eung” jawabku sambil melihat siapa orang itu

Ternyata orang itu adalah Ki Bum oppa, kenapa dia ada di sini sih, aku tidak mau bertemu dengannya sekarang, pikirku.

“mau apa oppa kesini?”

“ya untuk menemanimu, oppa ingin sekali menjadi oppa kedua yang kau banggakan setelah Min Joo”

MWO?! Oppa kedua yang aku banggakan? Aku tidak salah dengar oppa? Tidak ada oppa kedua yang aku banggakan, hanya Min Joo oppa seorang saja yang paling aku banggakan di dunia ini!!” bentakku pada Ki Bum oppa

“hahaha… oppa tau pasti kamu akan menjawab seperti itu, oppa tau hanya Min Joo saja yang ada di dalam hidupmu kan? Gwaenchana, oppa akan selalu berusaha agar oppa menjadi oppa yang paling Min Rin Banggakan juga seperti Min Joo” kata Ki Bum oppa padaku sambil tersenyum

Entah kenapa waktu aku melihat senyumannya yang manis dan hangat itu, bisa membuat hatiku tenang lagi karena kejadian tadi, apakah mungkin dia sudah mulai menerimaku sebagai yeodongsaeng-nya? Ahh tidak mungkin sekali, karena Jong Woon oppa saja masih tidak bisa menerimaku sebagai yeodongsaeng-nya, apalagi dongsaeng-nya.

“Min Rin-ah gwaenchana?”

“hah? Ahh gwaenchanayo oppa

jinjja? Kalau kamu sakit katakan saja pada oppa, pasti akan oppa bantu untuk menyembuhkan sakitmu itu”

gwaenchana oppa, aku bisa menyelesaikan masalahku sendiri kok”

“Gawat aku keceplosan bicara kalau aku punya masalah, pasti oppa akan langsung menanyakan masalahku deh, AAIIGGOO EOTTEOKE??!! “ teriakku dalam hati

“hah, apa sedang ada masalah Min Rin?”

ahh anio oppa gwaencahanyo

“oh,baiklah kalau begitu, oppa pergi main dulu ya, bye bye Min Rin-ah” kata oppa sambil mengelus kepalaku seperti Min Joo oppa, lalu pergi bermain bersama temannya.

Kenapa dia mengelus kepalaku seperti yang di lakukan oleh Min Joo oppa padaku? Ahh mungkin dia hanya keceplosan saja mengelus kepalaku.

Tapi setelah hari itu Ki Bum oppa selalu saja mengelus kepalaku setiap pagi dan setiap kali dia mau pergi keluar rumah, persis sekali seperti cara yang di lakukan Min Joo oppa padaku, ahh aku tidak mau kalau nanti dia menjadi oppa kedua yang aku banggakan, karena hanya Min Joo oppa seorang saja yang aku banggakan di dunia ini, Min Joo oppa cepat kembali dari Amerika, naega jeongmal bogossipeo oppa!!!

Malamnya Min Joo oppa menelpon dari Amerika. Ini yang ketiga kalinya oppa menelponku dari Amerika semenjak oppa pergi ke Amerika. Aku langsung mengangkatnya dengan senang sekali.

yeoboseyo? Min Rin-ah?” tanya oppa dalam telepon

ne, oppa ini Min Rin. Oppa apa kabar di sana? Oppa baik-baik saja kan?”

eung… oppa baik-baik saja disini. Oh ya sekolah kamu bagaimana? Semuanya lancar kan? Tidak ada masalah?”

ne, oppa, tidak ada masalah sedikitpun dengan sekolahku. Oppa kapan pulang?”

“loh oppa kan baru saja pergi ke Amerika, masa kamu langsung bertanya kapan oppa pulang, kamu sudah menerima surat dari oppa kemarin kan?”

ne, aku sudah menerimanya, oppa kenapa hanya memberitahuku lewat surat saja oppa? Kenapa oppa tidak bicara langsung padaku?”

jeongmal mianhae ya Min Rin-ah, oppa tidak ingin kalalu kamu nanti kamu sedih kalau oppa bicara langsung padaku, oppa juga takut nanti kamu tidak akan mengijinkan oppa pergi ke Amerika kan?”

“hhmmm… hajiman, kalau oppa ijin padaku secara langsung, Min Rin pasti ijinin pergi kok oppa

“hahaha, Min Rin itu bohong kan? Oppa tau kok Min Rin itu seperti apa”

“iya sih oppa, mungkin awalnya aku tidak akan mengijinkan oppa pergi”

“tuh kan oppa benar”

ne, memang oppa selalu benar. Oppa jeongmal beogossipeo, aku ingin oppa di sini sekarang, aku mau melihat bintang-bintang bersama lagi dan mengirim pesan kepada appa yang ada di surga, sekarang pasti appa sedang melihat kita kan oppa?”

“iya Min Rin, appa itu selalu melihat oppa dan Min Rin dari surga sana,  dia akan selalu melindungi kita berdua, dan appa akan selalu hidup di dalam hati kita selamanya. Min Rin percaya kata-kata oppa kan?”

ne oppa, aku percaya kata-kata oppa. Oppa aku ingin berdoa pada appa sekarang, oppa dengerin ya doa Min Rin ini.”

ne oppa akan dengerin doa Min Rin”

appa, appa dengar Min Rin kan? Kalau appa dengar, tolong kabulkan doa Min rin ya appa. Appa, sekarang oppa sedang berada di Amerika, lindungi oppa di sana ya appa, jangan sampai oppa sakit apalagi melupakan Min Rin, karena kalau sampai oppa sakit, Min Rin juga akan sakit, kalau oppa bersedih Min Rin juga sedih. Jadi appa tolong lindungi oppa di sana ya, Min Rin mohon appa, Min Rin mau nanti oppa pulang dan Min Rin bisa melihat bintang sama-sama lagi, aku mohon appa kabulkan doa Min Rin”

Setelah aku berkata seperti itu, aku mendengar oppa menangis, dan ada seorang yeoja yang berteriak ketakutan, kalau tidak salah yeoja itu berteriak seperti ini “tolong ada orang pingsan disini, tolonglah dokter suster, cepat tolong pasien ini”. setelah itu oppa mematikan teleponnya, pas sekali waktu yeoja itu berteriak, aku yang mendengarnya semakin takut, apa itu oppa-ku yang pingsan? Apa  yang terjadi di sana? Aku ingin tau, oppa gwaenchanayo?.

Setelah telepon itu, oppa tidak pernah menelponku lagi, aku lalu menceritakan kejadian itu kepada eomma, lagi-lagi wajah eomma pucat begitu aku selesai menceritakannya, lalu eomma mulai meneteskan air mata, aku bingung sekali sekarang, aku tinggalkan eomma yang sedang menangis di kamar, akhirnya terpaksa aku bertanya pada Ki Bum oppa.

oppa, boleh aku bercerita sesuatu?”

ne, tentu saja boleh Min Rin. Kamu mau bercerita tentang apa?”

“tadi malam Min Joo oppa menelponku, lalu aku berdoa pada appa-ku yang ada di surga, aku menyuruh oppa mendengarkan doaku”

“kamu selalu berdoa kepada appa-mu yang sudah meninggal itu setiap malam?”

“iya, naega dan Min Joo oppa selalu melakukannya setiap malam. Waeyo?”

ahh gwaenchana, baiklah lanjutkan ceritamu”

“oh iya, setelah aku berdoa seperti itu, aku mendengar oppa menangis dan aku juga mendengar seorang yeoja yang berteriak kepanikan, dia berteriak kalau ada pasien yang pingsan, dia memanggil dokter dan suster, sepertinya oppa sedang sakit ya?”

“eh…….heemmm…. ahh tidak mungkin Min Joo sakit kan, Min Joo kan kuat, tidak mungkin dia sakit, mungkin dia sedang menjenguk chingu-nya yang sedang sakit di rumah sakit”

“hemm iya juga ya, kenapa tidak terpikirkan olehku, ahh gamsahamnida oppa

ne” jawab oppa sambil mengelus kepalaku lagi.

Ahh tidak mungkin oppa baik-baik saja, pasti sesuatu terjadi pada oppa sekarang, tapi oppa tidak mau memberitahukannya padaku. Semua orang juga tidak mau memberitahukannya padaku, apa yang terjadi pada oppa. Apa yang sebenarnya terjadi pada oppa?.

0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0

1 Tahun kemudian…

Ahh sudah satu tahun Min Joo oppa ada di Amerika dan dia hanya 5 kali menelponku dalam 1 tahun ini, aku jadi tambah bingung, ada apa sih sebenarnya, ada yang aneh di rumah ini, seakan-akan ada rahasia yang mereka sembunyikan dariku, tapi aku tidak tau apa itu. Kenapa hanya aku saja yang tidak boleh tau, apa yang sebenarnya terjadi?

Sekolah…. sekarang entah kenapa aku jadi tidak bersemangat untuk prgi ke sekolah, semenjak aku khawatir dengan keadaan Min Joo oppa yang sebenarnya. Apa aku bisa melewati 1 hari ini di sekolah dengan baik dan tidak ada satu hambatan sedikitpun? Lihat saja nanti.

“Min Rin-ah!!” teriak Ki Bum oppa dari dalam mobil

eung

HWAITHING!!!” semangat Ki Bum dan Jong Woon oppa padaku

ne oppa, Gamsahamnida

Oppa langsung pergi ke unit Universitas, untuk masuk mata kuliah pertama. Mereka berdua semakin aneh saja padaku, apalagi Ki Bum oppa, sikapnya membuatku aneh bila berada di dekatnya. Ahh hajiman gwaenchanayo.

Saat di kelas….

“Min Rin-ah……..!!!!!” teriak Rin Hwa padaku

ne, mwo?!” jawabku dengan kesal

“huh… kau kenapa menjawabnya seperti itu, apa kau membenciku Min Rin?”

anio, aku hanya tidak bersemangat saja hari ini dan aku juga sedang pusing dengan masalahku”

“kau punya masalah? Kenapa tidak kau ceritakan padaku dari tadi, mungkin saja aku bisa membantu masalahmu itu Min Rin”

ahh gwaenchana, aku bisa mengatasinya sendiri kok Rin Hwa, gomawo sudah mau membantuku”

ne. Tapi kalau kau punya masalah berat, beritahu saja padaku, oke”

ne

“oh ya titip salamku pada Jong Woon sunbae ya”

ne, pasti akan ku sampaikan kok padanya”

ahh jeongmal gomawo chingu-ah

ne cheonmaneyo

Saat pelajaran berlangsung pun aku tidak bisa konsentrasi mendengarkan pelajaran yang di berikan oleh Jo seonsaengnim, akibatnya aku di suruh berdiri di koridor kelas. Tiba-tiba Jong Woon oppa melewati kelasku dan tidak sadar kalau aku berdiri di koridor kelas.

1 jam kemudian…

“naiklah” kata Jong Woon oppa padaku sambil jongkok menawariku untuk naik kepunggungnya.

sireo!” bentakku

ahh ppalli… kakimu pasti capek kan, berdiri di koridor kelas selama 1 jam?”

anio, gwaenchana, aku sudah terbiasa berdiri selama berjam-jam seperti ini”

“huh ya sudah aku sudah menawari bantuan padamu, tapi kau menolaknya”

“ya sudah, lagipula aku tidak memerlukan bantuan namja sepertimu”

“baiklah kalau begitu” kata Jong Woon oppa sambil meninggalkanku sendiri di koridor kelas

“ohh ya, kau kenal sahabatku Rin Hwa kan?”

“Rin Hwa?? Ohh si gadis yang menykaiku itu ya?”

“iya, dia titip salam padamu”

“oh begitu, aku titip salam lagi padanya ya”

eung” jawabku dengan kesal

“TTTEENNGG….TTENNGG…TTEENNGG…..”

Akhirnya bel pulang sekolah berbunyi juga, ini seperti surga bagiku. Aku harus cepat pulang ke rumah siapa tau saja Min Joo oppa tadi menelponku, ppalli ppalli ppalli.

Tapi lagi-lagi Rin Hwa mengalangiku pulang, dia menyuruhku ke ruang guru.

“Min Rin kamu di panggil oleh Jo Seonsaengnim

“duh ada apa lagi sih? Apa karena saat pelajaran dia tadi aku tidak memperhatikan dia? Ahh EOTTEOKE??!!”

“hem mollayo, ppalli. Oh ya Min Rin kau sudah sampaikan salamku untuk Jong Woon sunbae kan?”

ne, sudah ku sampaikan”

“lalu apa katanya?”

“kata oppa, dia titip salam kembali untukmu”

ahh sunbae Gomapseumnida, saranghae Jong Woon sunbae. Gomawo Min Rin-ah

ne cheonmaneyo, oh ya aku ke ruang guru dulu ya, kau pulang saja duluan”

ne, aku pulang dulu ya Min Rin”

ne, josimhaseyo

ne

Saat di ruang guru…

Ternyata benar dugaanku, aku di marahi oleh Jo seonsaengnim karena kejadian di kelas tadi, aku mendapat omelan besar hari ini. Rasanya ingin sekali aku ikut oppa ke Amerika, pasti aku tidak akan mendapat omelan seperti tadi, hehehe

0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0

Aku langsung berlari ke halte bis. Selama Min Joo oppa di Amerika, aku selalu pulang naik bis, karena Ki Bum dan Jong Woon oppa tidak bisa menjemputku, mereka sangat sibuk sekali sehingga tidak bisa menjemputku

Bisku lumayan lama tiba. Mungkin sudah lebih dari 1 jam aku berdiri disini menunggu bis itu datang.

Ahh akhirnya bisku datang juga, bis itu tidak terlalu penuh.  Waktu aku melihat dari luar, semua penumpang di bis itu sepertinya aku mengenalnya. Heemmm pantas saja itu kan mahasiswi universitas tempat Ki Bum dan Jong Woon oppa kuliah.

Saat di bis…

“eh kamu kenal Min Joo kan?” kata seorang yeoja di sampingku

“ne, aku tau, waeyo?” tanya temannya

Kenapa mereka menyebutkan nama Min Joo oppa? Ada apa dengan Min Joo oppa? Apa sesuatu terjadi pada oppa? Pikiranku tidak karuan.

“yang kudengar Min Joo itu ke Amerika bukan untuk kuliah, tapi untuk mengobati penyakitnya” kata eonni itu

ah jinjjayo?” tanya temannya

eung… jinjja, yang aku dengar kalau Min Joo itu terkena penyakit Kanker otak dan katanya sudah memasuki stadium 3”

mwo? Aigo yeodongsaeng-nya bagaimana mendengar berita ini?”

“oh si Min Rin? Dia belum di beritahu tentang berita ini, karena kalau sampai dia tau, dia bisa tertekan sekali”

“oh iya ya”

jeogiyo….. dari mana kalian tau berita itu?” tanyaku pada mereka berdua

“kami mengetahuinya dari Jong Woon-ssi

“oh, Gomapseumnida

ne, chenmaneyo

“ehh…. bukannya dia itu yeodongsaeng Min Joo si Min Rin?”

“jinjjayo??!!! ahh EOTTEOKE ??!! dia pasti kaget sekali, begitu mendengar berita itu”

“ahh ini karena mulut kita berdua yang terlalu besar tadi, ahh gawat, dia pasti akan memberitahukannya kepada Jong Woon”

“iya aku juga takut sekarang, ahh tapi sudahlah”

ne kau benar”

selesai mereka berbicara seperti itu, jantungku hampir ingin berhenti berdetak, aku tidak percaya akan berita itu, berita itu tidak benar kan? oppa tidak sakit kanker otak kan?, pikirku

Saat itu juga aku langsung turun dari bis dan berlari menuju taman tempat biasanya aku dan Min Joo oppa bermain. Kata-kata eonni tadi masih teringang jelas di telingaku, Min Joo terkena penyakit kanker otak dan sudah memasuki stadium 3? Bagaimana bisa??? Bagaimana bisa oppa mendapatkan penyakit separah itu? Kenapa oppa tidak pernah memberitahukannya padaku?? OPPAAAA WAEYO??!!!, teriakku sambil memecah ketenangan taman. Semua orang yang melihatku pasti akan berpikir aku ini orang gila yang sedang tersesat.

Rasanya aku tidak ingin pulang ke rumah, karena aku tidak mau bertemu dengan mereka semua yang sudah menyembunyikan ini semua dariku, semua orang yang ada di rumahkku jahat, kalian semua jahat!!!!!

0o0o0o0o0o0o0o0o0o0

Malamnya di taman….

(Backsound: Yesung’s song – Waiting for you – Paradise Ranch OST, baca bagian ini sambil kalian mendengarkan lagunya)

“BBRRUUKKKK”

Tiba-tiba tubuhku roboh ke tanah. Badanku tidak bisa bangun, aku sudah memaksakan untuk bangun, tapi tetap saja tidak bisa, bagaimana ini, mungkin aku tertekan karena mendengar berita tadi, aku masih tidak sanggup untuk pulang ke rumah dan melihat kamar oppa.

“aku tidak kuat untuk melihat wajah oppa yang menahan rasa sakit itu sendiri, oppa kembalilah, berikan semua penyakitmu itu padaku, aku ingin sekali merasakan apa yang sedang kau rasakan sekarang ini oppa, aku tidak tega untuk melihatmu selama ini berpura-pura sehat, tapi sebenarnya kau kesakitan karena penyakitmu itu. Oppa kumohon kembalilah, aku di sini akan selalu menunggumu oppa. OPPAAA!!!! Apa kau mendengarkanku di sana? OPPAAAA!!!” teriakku kepada langit hitam yang sepi, tidak ada bintang sama sekali di sana, sama seperti perasaanku sekarang, hitam tidak ada isi sama sekali dan sangat hancur karena berita mengejutkan ini.

Aku ingin sekali menuyusul oppa ke Amerika, tapi itu tidak mungkin, oppa pasti melarangku. Oppa kembalilah ke sini, aku ingin melihat bintang lagi bersama oppa,  bercanda-canda lagi, bermain bersama lagi di taman ini, dan mengirim pesan kepada appa yang ada di surga sana, aku mohon oppa cepat kembali ya oppa, ku mohon oppa.

oppa kau adalah orang paling jahat di dunia ini, kau tidak mau membagikan masalahmu padaku, kau tidak mau menceritakan padaku apa yang sedang kau rasakan, tapi padahal aku selalu memberitahukan apa masalahku padamu oppa, apa yang sedang aku rasakan, tapi kenapa kau tidak mau memberitahukan apa yang terjadi sebenarnya kepadaku oppa, OPPAAA WAEYOOOO??!!!!!!”    TO BE CONTINUED

WAIT MY BELOVED BROTHER PART 4 ^^v

Iklan

10 Style Ala SHINee

1. BAJU HANGAT WARNA WARNI

Baju hangat, entah itu sweater, jaket, pillover, atau cardigan dengan warna-warna cerah jadi pilihan para member SHINee untuk bergaya. Kesan elegan dan modis langsung di dapat kalau kita pakai baju hangat model ini.

2. RAMBUT

Gonta ganti model dan warna rambut kerap di lakukan member SHINee. Untuk urusan ini mereka termasuk uptodate banget. Mulai dari model poni keriting sampai poni miring yang lagi nge-trend banget di kalangan anak muda.

3. TOPI

Salah satu fashion item yang bisa dengan cepat mengubah penampilan kita jadi keren adalah topi. Aneka jenis topi bisa di pilih untuk bergaya. Para member SHINee sering menggunakan topi untuk mengubah penampilan mereka jadi lebih keren.


4. AKSESORIS

gelang, kalung, atau kacamata aksi udah jelas sering kita lihatdi pakai sama member SHINee. Ini jadi salah satu fashion andalan mereka.

5. KACAMATA

Member SHINee kadang menggunakan kacamatasebagai pelengkap penampilan mereka. Yang paling sering menggunakan kacamata adalah Key.

6. T-SHIT BERLAPIS

Seperti Super Junior, menggunakan busana berlapis juga menjadi ciri khas SHINee.

7. SEPATU KETS

Sesuai dengan aksi mereka yang Dinamis dan penuh Energy, sepatu kets hingga mata kaki adalah pilihan wajib bagi member SHINee hampir di setiap kesempatan.

8. SKINNY JEANS ATAU JEANS KETAT

Yang ini udah jadi andalan. Ketika debut Replay, mereka udah terkenal dengan bajuwarna-warni plus skinny jeans.


9. TABRAK MOTIF

Tabrak motif menjadi tren di kalangan boyband di Korea. Bahkan SHINee pun suka mengadopsinya dalam gaya busana mereka.

10. ROMPI

Ini adalah alternative gaya SHINee yang keren banget. Ini bisa jadi pilihan yang patut di coba.

Cr: Top Idol

OFFICIAL FANPAGE PARA ARTIS SM ENT

OFFICIAL FANPAGE PARA ARTIS SM ENT

OFFICIAL FANPAGE PARA ARTIS SM ENT :
SNSD dan Super Junior sudah punya official fanpage di facebook!!! Mungkin karena terlalu banyaknya orang yang membuat fanpage untuk kedua artis SM tersebut, membuat kita bertanya-tanya mana yang benar-benar resmi. Nah kali ini, author menemukan official fanpage mereka. Berikut adalah daftar official fanpage artis SM:

1. SM Town http://www.facebook.com/smtown

2. Super Junior http://www.facebook.com/superjunior

3. SNSD http://www.facebook.com/girlsgeneration

4. F(X) http://www.facebook.com/fx.smtown

5. Shinee http://www.facebook.com/shinee

6. The Grace Dana&Sunday http://www.facebook.com/thegracedns

My Beloved Brother – Part 2

Title                : My Beloved Brother – Part 2

Author           : Revronika

Cast                : Park Min Rin( as Park Min Joo’s sister), Lee Taemin ( as Park Min Joo), Park Rin Hwa ( as Min Rin’s best friend),  Yesung ( as Im Jong Woon) and Key ( as Im Ki Bum).

Rating            : NC15

Genre             : Family, Romantic

Flash Back    : Eomma bersedia menikah dengan Yong Jin-ssi, awalnya aku tidak ingin eomma menikah dengan Yong Jin-ssi, tapi akhirnya Min Joo oppa menyakinkanku agar eomma menikah dengan Yong Jin-ssi. Setelah pernikahan eomma dengan Yong Jin-ssi, aku dan oppa pindah kerumah Yong Jin-ssi yang sangat besar sekali dan kelihatannya Im bersaudara yaitu Im Jong Woon dan Im Ki Bum tidak menyukai kami. MY BELOVED BROTHER – PART 2.

Selesai pernikahan itu, otomatis aku dan oppa harus tinggal di rumah Yong Jin-ssi atau mungkin sekarang aku sebut appa. Waktu aku sampai dirumahnya…..

“WWOOOOWWW….. “ teriakku terkejut melihat rumah appa Yong Jin besar sekali, lebih besar dari rumahku, rumahnya seperti istana.

“kamu baru tau kan betapa besarnya rumah kami ini? Bagi kalian rumah sebesar ini seperti istana, karena kalian sudah terbiasa tinggal di rumah yang kumuh” ucap Im Ki Bum tiba-tiba dari belakang aku dan oppa Min Joo

“kamu sombong sekali, kita sekarang kan sudah menjadi saudara, bagaimana mungkin kau berkata seperti itu pada saudaramu sendiri?!” bentak oppa pada Ki Bum oppa

“HAH…. aku tidak salah dengar kan? Saudara maksudmu? Siapa yang mau menjadi saudaramu? Kami tidak mau bersaudara denganmu dan yeodongsaeng-mu ini”

“jangan sekali-kali kamu menghina yeodongsaeng-ku, kalau kau sampai menghinanya lagi, aku tidak akan memaafkanmu”  bela oppa padaku sambil memegang kerah baju Ki Bum

“tadi kau bilang kami?” tanyaku pada Ki Bum

“Ya, kami…. aku Im Jong Woon dan Im Ki Bum” ucap seseorang dari belakangku.

Begitu mendengar namanya, badanku tidak bisa bergerak sama sekali, mungkinkah orang ini Im Jong Woon yg beberapa waktu lalu menabrakku di kantin sekolah dan tidak meminta maaf padaku? Pikirku, lalu tiba-tiba saja badanku lemas sersa ingin pingsan, untung saja oppa langsung menangkapku yang hampir roboh ke lantai, dia sangat khawatir sekali

“MIN RIN-ah gwaenchana?” tanya oppa dengan khawatir

eung…. gwaencahanayo oppa” jawabku dengan lemas

jinjja? Kalau kau sakit bilang saja pada oppa Min Rin”

jinjjayo oppa, aku baik-baik saja, tidak apa-apa, mungkin aku hanya kelelahan, jadi aku hanya butuh sedikit istirahat saja”

“kalau begitu oppa akan menanyakan eomma di mana kamarmu agar kamu bisa istirahat” kata oppa sambil mengelus kepalaku dengan lembut seperti biasa.

ne

Oppa langsung meninggalkanku bersama dua orang yang paling aku benci sekarang ini, rasanya aku ini melempar guci besar yang ada di sebelahku ka arah mereka berdua, tapi itu tidak mungkin, karena guci itu besar dan berat sekali.

Hyung ayo kita tinggalkan dia sendiri disini, nanti juga oppa-nya yang tercinta itu akan kembali lagi membawanya” kata Ki Bum pada Jong Woon oppa

“hmm.. ayo, aku juga sudah malas berurusan dengan dia dan oppa-nya yang menyebalkan itu” jawab Jong Woon

Aku yang mendegarnya langsung emosi sekali

“apa katanya?? Oppa-ku menyebalkan?? Hey kaulah yang menyebalkan, naega oppa aniyeyo!” gumamku

“kau barusan berkata apa?!” tanya Jong Woon oppa padaku dengan kesal

anio, gwaenchana” jawabku

Untung saja dia tidak mendengarnya, kalau sampai dia mendengar gumamaman ku tadi, habislah aku.

Oppa datang dan langsung membawaku pergi ke kamarku yang baru dan meninggalkan Jong Woon dan Ki Bum oppa berduaan. Sesampai dikamar, lagi-lagi aku terkejut sekali kamarku sangat feminim sekali design-nya, hampir semua barang-barang di ruangan itu berwarna pink, warna kesukaanku.

oppa, ruangan ini siapa yang mendekorasinya?”

waeyo? Kamu tidak suka dengan dekorasinya Min Rin-ah?”

anio, kamar ini sangat yepeo oppa, aku suka sekali”

“ya oppa pikir juga begitu, tapi siapa yang mendekorasinya?”

“hem…. molla, aku pikir oppa tau siapa yang mendekorasi kamar ini”

oppa sama sekali tidak tau, tapi bagus kan?”

ne, jeongmal oppa” jawabku sambil memeluk oppa dengan erat.

0o0o0o0o0o0o0o0o0o0

            Semenjak aku tinggal di rumah Yong Jin appa, appa selalu saja ingin mengatarku dan oppa ke sekolah, tapi aku menolaknya, appa dan oppa bingung kenapa aku tidak mau diantar kesekolah, tapi untung saja aku langsung memberikan alasan kalau aku tidak terbiasa diantar kesekolah lagi semenjak appa kandungku meninggal, beruntungnya mereka percaya saja dengan alasan palsuku ini, hihihihi.

“Min Rinie, akhir-akhir ini kau menjauhiku, waeyo?” tanya Rin Hwa yang mengagetkanku dari belakang

“HAH… anio, aku tidak menjauhimu Rin Hwa” jawabku

“BOHONG… aku merasa kau menjauhiku, seperti ada suatu hal besar yang kau sembunyikan dariku”

Gawat Rin hwa sudah mulai sadar kalau dia itu aku bohongi tentang pernikahan Im Yong Jin pemilik sekolah dengan eomma-ku, ahhh eottheoke??!!! Aku panik sekali sekarang, tidak bisa berbuat apa-apa lagi sekarang, terpaksa aku harus memberitahukan hal ini pada Rin Hwa atau nanti dia tidak akan berhenti bertanya padaku.

“Rin Hwa aku akan memberitahumu rahasia besar, tapi janji kau tidak akan menyebarkannya ya pada siapapun?” tanyaku

“rahasia apa itu? Iya aku janji tidak akan memberitahukannya pada siapapun Min Rin-ah

“benar kau janji?”

ne, ppalli….. ceritakan padaku rahasia itu”

“baiklah, hemph…. sebenarnya….. janda yg menikah dengan Yong Jin-ssi itu adalah……”

“siapa janda itu Min Rin?”

“janda itu adalah eomma-ku”

MWO?! Jadi, janda itu, eomma-mu?”

ne, kau benar sekali”

“itu berarti Yong Jin-ssi itu adalah appa-mu sekarang?”

eung

“lalu lalu, Im Bersaudara itu oppa-mu sekarang?”

eung, kau berisik sekali Rin Hwa, kalau sampai ada orang yang tau, kaulah yang aku tuduh menyebarkannya”

ne aku berjanji tidak akan memberitahu siapapun”

“baiklah, oh oppa sudah pulang kalau begitu kita pulang bersama saja naik mobil oppa

jinjja? Oke”

Saat di mobilpun Rin Hwa terus saja berisik dengan berita yang tadi kuberitahu kepadanya, yang membuatku terkejut hampir mati adalah, ternyata dia sudah lama menyukai Jong Woon oppa, tapi kenapa baru sekarang dia memberitahukannya padaku? Kenapa tidak dari dulu? Dasar Rin Hwa.

“Min Rin boleh ya aku main ke rumahmu yang sekarang?” tanya Rin Hwa

“untuk apa?”

“aku ingin bertemu dengan Jong Woon oppa Min Rin”

sireo

ahh waeyo? Kumohon Min Rin”

“percuma saja kalau kau kerumahku, kau tidak akan pernah bisa bertemu dengan Jong Woon oppa, karena dia selalu berada di luar rumah, tidak pernah diam di rumah seharipun, mungkin baru bisa bertemu dengannya waktu tengah malam, dia baru pulang kerumah tengah malam nanti”

“HAHHH….. jinjjayo?! Ah kau pasti berbohong padaku kan Min Rin? Kau tidak mau aku bertemu dengan Jong Woon oppa kan?”

jinjjayo, aku tidak berbohong padamu, kalau kau mau bukti, kau boleh kerumahku sekarang, tapi jangan salahkan aku, kalau kau nanti dimarahi oleh orangtuamu karena pulang malam”

ne, ayo kita kerumahmu sekarang Min Rin”

ne

2 jam Kemudian…

Akhirnya kami sampai di rumahku, Rin Hwa yang tidak sabar langsung saja masuk ke dalam rumah dan ternyata apa yang dia dapat…. tidak ada seorangpun di rumah yang sebesar istana itu.

“bagaimana mungkin rumah sebesar ini tidak ada orangnya sama sekali?” tanya Rin Hwa heran

“ya itu benar, karena eomma dan appa sedang ada bisnis di luar negeri, sedangkan Im bersaudara sedang les atau bermain di suatu tempat yang aku sendiri tidak tahu di mana”

“kau bohong, aku yakin Jong Woon oppa akan pulang sebentar lagi”

“ya sudah kalau kau tidak percaya padaku, kau tunggu saja sampai tengah malam”

“baik, kau menantangku untuk menunggu Jong Woon oppa

“anio”

Aku langsung pergi meninggalkannya sendiri di kamarku, aku langsung pergi ke super market yang letaknya lumayan jauh dari rumah, aku pergi bersama Min Joo oppa.

“loh… Rin Hwa mana? Kamu tidak mengajaknya ikut?” tanya oppa padaku

“aku sudah mengajaknya oppa, tapi dia tetap saja tidak mau ikut, katanya dia ingin menunggu Jong Woon oppa pulang”

“hahahaha, lucu sekali sih Rin Hwa”

“kok lucu oppa? Justru meurutku dia sudah sinting” gerutuku pada oppa

“ceritanya kau marah karena oppa bilang dia lucu?”

ani…”

“ahh dasar yeodongseang oppa satu ini” jawab oppa sambil mengelus kepalaku lagi.

0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0

            Sesampainya di supermarket, aku melihat namja yang membuatku kaget sekali, aku bertemu dengan Im bersaudara, mereka diikuti oleh banyak orang, seperti aktor, padahal kan mereka bukan aktor.

oppa bukankah itu Jong Woon oppa dan Ki Bum oppa?” tanyaku pada Min Joo oppa

“iya, oppa juga kaget melihat mereka di sini dan diikuti banyak orang seperti itu”

“apalagi aku oppa, memangnya ,mereka itu aktor apa?”

“hahaha sudahlah, ayo kita beli cemilan bulananmu”

“baiklah oppa

Kami sedang asik-asiknya berbelanja cemilanku, tiba-tiba Im bersaudara menghampiri kami. Awalnya aku dan oppa tidak mau memerdulikannya, tapi mereka malah mengikuti kami terus.

“HEY… sebenarnya kalian berdua itu mau apa?!” bentak oppa pada mereka

“tidak apa-apa, memangnya kenapa kalau kami mengikuti kalian?” ucap Ki Bum oppa

“iya memangnya kenapa kalau kami mengikuti kalian?” tambah Jong Woon oppa

“tidak apa-apa oppa, oppa kenapa kalian ada di sini? Bukannya seharusnya kalian les atau bermain-main di luar? Kok kalian ada di super market sih?” tanyaku pada mereka berdua

“memangnya kenapa, memangnya tidak boleh orang seperti kami ada di super market?” tanya Ki Bum oppa

“ya gwaenchana sih kalau kalian ada di sini” jawabku dengan kesal

Setelah itu Min Joo oppa mengajakku berbelanja lagi, tapi tetap saja Im bersaudara itu mengikuti kami, aku dan oppa kesal, kami berdua langsung meninggalkan super market, tapi lagi-lagi mereka berdua tetap saja mengikuti kami sampai keparkiran.

“HEY!!! Sebanarnya mau kalian itu apa sih?” bentak Min Joo oppa

“hhmmpphhh.. kali ini ka…ka…kami…kami… KAMI MINTA BANTUAN KALIAN” teriak mereka

“minta bantuan kami? Tumben” tanya Min Joo oppa heran

“ne, kami mohon tolong bantu kami sekali ini saja” mohon Jong Woon oppa

“bantu apa oppa?” tanyaku

“kami boleh tidak ikut kalian pulang ke rumah?” kata Ki Bum oppa

“memangnya mobilmu kemana?” tanya Min Joo oppa

“sudahlah kami tidak punya waktu menjelaskannya, kami harus segera pergi dari sini, nanti kalau sudah di rumah baru kami ceritakan” jelas Jong Woon oppa

“hmm baiklah, come on” ajak Min Joo oppa

Entah kenapa selama kami tinggal satu rumah, aku sudah mulai terbiasa dengan sikap mereka itu. Ahh sudahlah janganku pikirkan lagi, lebih baik memikirkan diriku yang belum beres ini.

0o0o0o0o0o0o0o0o0o0

            Malamnya kami sekeluarga berkumpul di ruang keluarga, eomma dan appa baru saja pulang kerumah, sedangkan Rin Hwa sudah pulang sebelum aku sampai di rumah.

“loh tumben kita berkumpul seperti ini eomma?” tanyaku pada eomma

“iya ada rahasia yang ingin appa-mu katakan” jawab eomma

“rahasia apa eomma?”

molla, kita dengar saja appa

Tiba-tiba appa duduk di sampingku dan lagi-lagi keluar kata-kata yang hampir membuatku mati tidak bisa bergerak.

“Min Rin-ah dan Min Joo-gi, sebenarnya Im Jong Woon dan Im Ki Bum itu seorang aktor terkenal sekarang ini”

MWO?! Mereka aktor?” teriakku dan oppa

ne, jadi kalian mau kan memakluminya?”

ne, kami mau memaklumi itu, hajiman…..” tanyaku

waeyo Min Rin?”

waeyo appa baru memberitahu kami sekarang?”

mianhaeyo Min Rin-ah, Min Joo-gi appa baru memberitahukan kalian sekarang, karena appa takut kalian tidak mau menerima mereka sebagai saudara kalian karena mereka seorang aktor”

ahh gwaenchana appa” kata Min Joo oppa

Aku pusing 7 keliling sekarang, kenapa bisa kedua oppa tiriku adalah seorang aktor terkenal, pantas saja mereka sangat di kagumi oleh satu sekolah, mereka itu aktor terkenal.

0o0o0o0o0o0o0o0o0o0

            Besoknya tumben sekali Min Joo oppa tidak menantarku pergi kesekolah, waktu ku periksa kamarnya tidak ada, aku bertanya pada eomma ternyata oppa sudah pergi pagi-pagi sekali, tumben oppa tidak pamit padaku, biasanya oppa itu selalu pamit dulu padaku kalau ingin pergi, sekarang dia pergi begitu saja, aku jadi khawatir dengan oppa.

Akhirnya aku berangkat bersama dengan Jong Woon dan Ki Bum oppa, kesekolah. Biasanya kami tidak akan saling berbicara satu sama lain, tapi entah kenapa Ki Bum oppa terus mengajakku mengobrol, ternyata dia memiliki mulut yang sangat bawel sekali seperti yeoja saja.Gwaenchana, yang penting sekarang hubunganku dengan oppa tiriku ini membaik.

Saat di sekolah…

“Min Rin kamu barusan diantar siapa? Kok mobilnya beda dari biasa? Min Joo sunbae beli mobil baru ya?” tanya Rin Hwa

anio, aku bersama Im Bersaudara tadi”

JINJJA??!!”

eung jinjjayo

“ahh beruntungnya dirimu Min Rin-ah

“ahh biasa saja kok rasanya, tapi aku heran”

“heran kenapa?”

“tapi pagi Min Joo oppa sudah tidak ada di rumah, dia pergi ke suatu tempat yang aku tidak tahu, hp-nya pun tidak aktif, hem aku bingung kemana dia. Dan kau tahu, tadi waktu di mobil Ki Bum oppa mengajakku mengobrol, tumben sekali kan?”

“Ki Bum sunbae mengajakmu ngobrol? Tumben, ada apa ya?”

“hem molla, ahh sudahlah bel masuk udah bunyi tuh”

aishh jinjja, ppali…ppalli

Pelajaran hari ini sangat membosankan menurutku, karena sebagian guru tidak masuk untuk mengajar. Tiba-tiba Smart phone-ku berbunyi, pertanda ada sms masuk, waktu ku baca isi sms itu aku langsung berlari keluar kelas, ternyata itu sms dari Ki Bum oppa, untung saja jam sekolah sudah berakhir. Saat di gerbang sekolah Im Bersaudara sudah menungguku, aku pulang bersama mereka lagi, aku pamit pulang kepada Rin Hwa.

0o0o0o0o0o0o0o0

            Saat di rumah aku langsung berlari ke kamar Min Joo oppa dan ternyata oppa tidak ada di dalam kamar, tiba-tiba aku menemukan kertas seperti pesan, isi pesannya adalah:

“Min Rin deongsaeng oppa yang paling oppa sayang. Jeongmal mianhae Min Rin-ah oppa pergi tidak pamit padamu, kalau oppa pamit pasti kamu tidak akan menijinkan oppa pergi, oh ya oppa akan bersekolah di Amerika mulai sekarang, hmm mungkin sekitar 3-4 tahun oppa di sana, jadi jangan pedulikan oppa, pikirkan sekolahmu, belajar yang rajin ya. Oh ya oppa sudah menitipkanmu pada Jong Woon hyung dan Ki Bum, mereka yang akan menjagamu mulai sekarang, jadilah yeodongsaeng baik ya untuk Jong Woon dan Ki Bum, kamu mau kan berjanji kepada oppa? Oppa percaya kalau Min Rin bisa menepati janji, selamat tinggal Min Rin, oppa akan sering menelponmu dari sana.

With Love, Min Joo” TO BE CONTINUED….

 

WIT FOR >>> My Beloved Brother – Part 3

My Beloved Brother – Part 1

Title                : My Beloved Brother

Author           : Revronika

Cast                : Park Min Rin( as Park Min Joo’s sister), Lee Taemin ( as Park Min Joo), Park Rin Hwa ( as Min Rin’s best friend),  Yesung ( as Im Jong Woon) and Key ( as Im Ki Bum).

Rating            : NC15

Genre                        : Family, Romantic

Summary      : Park Min Rin adalah seorang gadis yang sangat menyayangi dan sangat mencintai oppa-nya Park Min Joo. Setelah appa-nya meninggal, Park Min Joo berjanji akan menjaga Min Rin dengan baik dan tidak akan membuatnya bersedih lagi. Bagi Min Rin Park Min Joo adalah oppa sekaligus appa baginya, yang selalu ada disaat dia sedih dan senang dan selalu membantunya dalam kesusahan ^^ MY BELOVED BROTHER – PART 1

Apakah kalian mempunyai oppa? Mungkin dari antara kalian ada yang mempunyai oppa dan tidak. Bagi kalian yang mempunyai oppa, menurut kalian sosok seorang oppa itu seperti apa sih? Pasti sosok yang selalu menemani kalian di waktu kalian sedih dan senang atau selalu ada di waktu kalian membutuhkan bantuan seseorang. TEPAT SEKALI, sosok seorang oppa itu seperti itu, selalu ada di setiap waktu kita membutuhkannya. Bagiku oppa-ku adalah appa-ku juga.

Sudah 1 tahun sejak kematian appa, sekarang perasaanku pun sudah kembali tenang, tadinya aku sempat tidak rela dengan kepergian appa untuk selama-lamanya ini, tapi berkat oppa-ku Min Joo yang selalu menghiburku, akupun tidak sedih lagi. Oh ya ini oppa-ku yang sangat baik hati namanya Park Min Joo, hihihi seperti nama perempuan ya, tapi dia memang sangat cantik bagiku.

0O0O0O0O0O0O0O0O0

“Min Rin-ah, kau sudah selesai?” teriak oppa

“ya, oppa aku hampir selesai” jawabku dengan terburu-buru

“cepat Min Rin-ah, nanti kau terlambat ke sekolah” ucapnya lagi

“ya oppa aku sudah selesai” jawabku dari kamar

Aku memang seperti ini setiap pagi sebelum berangkat ke sekolah, seperti biasa ibu sudah pergi bekerja di sebuah perusahaan ternama. Oppa-ku masih kuliah dan aku sendiri masih SMA, oppa sangat perhatian padaku hehehe.

“apa semuanya sudah beres? Bukumu tidak ada yang tertinggal lagi kan? Apa pr-mu sudah kau kerjakan?” tanya oppa dengan cepat

“semua sudah beres oppa, bukuku tidak ada yang tertinggal, semua pr-ku sudah kukerjakan semalam, oppa tenang saja ya” jawabku sambil tersenyum lebar padanya, lalu oppa mengelus lembut rambutku yang panjang itu, ya… oppa memang sudah biasa seperti itu setiap kali aku berangkat ke sekolah.

Sesampainya di sekolah Rin Hwa sahabatku langsung berlari ke arahku dan langsung memeluku dengan erat sambil berkata

“Min Rin-ah…. Jeongmal Bogeossippeoyo!!!” tariak Rin Hwa dengan keras

ne, nado… tapi kita kan baru aja ketemu kemerin siang Rin Hwa?” tanyaku heran

ne araseo, tapi aku kangen padamu Min Rin-ah” jawabnya sambil memelukku lagi

“ya aku mengerti, tapi lepaskan aku Rin Hwa, aku tidak bisa bernapas” ucapku sambil terengah-engah karena sesak

“Baiklah naega chingu” jawabnya sambil tersenyum lebar padaku, lalu aku tersenyum kembali padanya.

Aku dan Park Rin Hwa adalah sahabat sejak kecil, dia selalu menemaniku dan selalu mendengarkan curhatku disaat aku sedih, ahh dia memang chingu terbaik yang pernah aku punya hehehe.

Bel istirahat berbunyi, aku dan Rin Hwa cepat-cepat ke kantin sekolah, tapi tiba-tiba……… aku bertabrakan dengan seorang namja yang tampan sekali, sepertinya dia seorang mahasiswa di sekolah ini, oh ya sekolah ini di bagi oleh beberapa unit sekolah, mulai dari Play Group sampai Universitaspun ada. Bajuku terkena saus namja tersebut lalu namja itu pergi begitu saja meninggalkanku dengan seragamku yang kotor dengan saus tanpa meminta maaf padaku.

“kenapa semua orang menatapku dengan aneh?” pikirku sambil melihat sekeliling

“Min Rin apa kau tau siapa namja yang baru saja kau tabrak itu?” tanya Rin Hwa dengan paniknya

molla… memang namja itu siapa?” tanyaku kembali

“kau tidak tau? Namja itu anak pemilik sekolah ini” bisik Rin Hwa padaku

Jinjja??!!!” ucapku terkejut

“Iya namja itu anak tertua dari Im Yong Jin presdir sekolah ini, namanya Im Jong Woon, dia memiliki seorang namdongsaeng bernama Im Ki Bum, eomma mereka sudah lama meninggal” jelas Rin Hwa padaku dgn panjang lebar

“siapa??!! Im Yong Jin konglomerat kaya itu?!” tanyaku pada Rin Hwa

“iya, ternyata pemilik sekolah ini adalah dia, aku baru tau minggu lalu dari Joo Young” jawab Rin Hwa lagi

Ternyata namja itu adalah anak pemilik sekolah ini yaitu Im Yong Jin konglomerat kaya itu….. hmm aku melihat Yong Jin-ssi itu kelihatan seperti seorang yang beribawa dan ramah, tapi begitu aku mengenal kedua anaknya yaitu Im Jong Woon dan Im Ki Bum yang begitu dingin kepada semua orang, aku jadi tidak mau mengenal mereka lagi.

Beberapa jam lagi bel pulang sekolah, seperti biasa aku pulang bersama Rin Hwa. Waktu aku dan Rin Hwa keluar dari pintu kelas, aku menabrak seorang namja lagi, saat aku melihatnya ternyata itu adalah oppa-ku Min Joo yang tiba-tiba datang menjemputku kesekolah, karena oppa tidak pernah menjemputku ke sekolah semenjak appa meninggal.

oppa! Apa yang kau lakukan disini?” tanyaku heran

“yaaa, oppa menjeputmu Min Rin-ah” jawab oppa

“tumben sekali oppa menjemputku, biasanya oppa tidak mejemputku ke sekolah, ada apa?”

eomma baru saja menelpon oppa, katanya kita harus menemuinya di restoran dekat kantor eomma

“oh… kalau begitu aku mengantar Rin Hwa pulang dulu, kasihan dia”

“ahh… Min Rin tidak apa-apa, aku pulang sendiri saja, mungkin eomma-mu punya sesuatu hal penting untukmu dan Min Joo sunbae” jawab Rin Hwa

“ahh benar tidak apa-apa kau pulang sendiri? Kau tidak marah kan padaku?”

anio, gwaenchana Min Rin-ah” jawab Rin Hwa sambil meninggalkanku dengan oppa

Letak kantor eomma tidak terlalu jauh dari sekolahku dan oppa, kami hanya membutuhkan waktu sekitar 1 setengah jam atau lebih dengan menggunakan mobil oppa, dan restoran tersebut tepat berada di seberang kantor eomma, jadi letaknya tidak terlalu susah untuk di cari.

2 jam kemudian…

“akhirnya kita sampai juga di restoran ini Min Rin” kata oppa sambil mengelus kepalaku dengan lembut

“iya oppa, ayo kita turun”

“ya ayo kita masuk kedalam dan menemui eomma

Sesampainya di dalam aku melihat eomma bersama dengan seorang ahjjuhsi tampan, aku bingung sekali karena semenjak kepergian appa, eomma tidak pernah sama sekali berjalan dengan seorang pria, karena eomma masih trauma.

Annyeonghaseyo” salamku dan oppa pada eomma dan ajjuhsi tersebut.

Ne, annyeonghaseyo, kamu pasti Min Rin dan Min Joo?” tanya ahjjushi itu padaku dan oppa

Ne” jawabku dan oppa

“Kalian cantik dan tampan, kalian juga anak-anak yang pintar” ucap ahjjuhsi itu pada kami

Ne Gamsahamnida, jesonghamnida… ahjjuhsi tau dari mana kalau kami pintar?” tanya oppa padanya

“saya tau dari eomma kalian” jawab ahjjuhsi itu

“hey…! kamu sopan sedikit kalau berbicara pada Yong Jin-ssi, dia atasan eomma” bentak eomma pada oppa

“ahh gwaencahanayo haha” jawab Yong Jin

“Mworago?! Jadi ahjjuhsi ini Im Yong Jin konglomerat itu eomma?” tanya oppa terkejut

ne, jadi kalian harus sopan padanya, araseo?”

ne, araseoyo eomma” jawab aku dan oppa

Orang yang selama ini aku kagumi ada dihadapanku sedang berbincang-bincang dengan eomma, oppa dan aku, aku tidak percaya ini, karena masih tidak percaya aku memasang tampang wajah yang membuat oppa-ku penasaran, lalu dia mengelus lagi kepalaku dengan lembut seperti kebiasaannnya. Ahh betapa senangnya mempunyai oppa seperti dia, dia namja yang baik hati dan perhatian, semoga saja nanti dia mendapatkan yeoja yang sebaik dia juga.

0O0O0O0O0O0O0O0

            Saat makan malam, Yong Jin-ssi mengatakan sesuatu yang membuatku hampir mati tersedak, yaitu kalau dia mempunyai dua anak namja yang bernama Im Jong Woon dan Im Ki Bum, aku baru sadar kalau dia adalah ayah Jong Woon sunbae dan Ki Bum sunbae, kenapa aku baru menyadarinya dasar BABO. Oppa, eomma dan Yong Jin-ssi yang melihatku tersedak buru-buru mengambilkanku segelas air putih, aku bingung mau mengambil gelas milik siapa, akhirnya aku mengambil gelas yang diberikan Min Joo oppa padaku

Gamsahamnida oppa” ucapku berterima kasih pada oppa

ne” jawab oppa sambil tersenyum padaku

Tak berapa lama kemudian….

“ada hal yang ingin eomma bicarakan dengan kalian malam ini” kata eomma pada aku dan oppa

ne, ada apa eomma?” tanyaku

eomma ingin menikah lagi”

MWO???!!! Eomma ingin menikah lagi?” teriak oppa pada eomma

“iya eomma mau menikah lagi” jawab eomma dengan tenangnya

“memangnya eomma tidak trauma lagi?” tanyaku pada eomma

eomma memang masih sedikit trauma dengan kepergian appa kalian, tapi eomma tidak boleh seperti ini terus kan”

ne, eomma benar” jawabku dengan lesu

“memang siapa yang ingin eomma nikahi?” tanya oppa

“apa kami mengenalnya? Apa kami sudah bertemu dengannya sebelumnya eomma?” sambungku lagi

“Kalian sudah menenalnya dan kalian juga sudah bertemu dengannya” jawab eomma

“siapa eomma?” tanya aku dan oppa

“aku akan menikahi eomma kalian secepatnya” jawab Yong Jin-ssi

Aku dan oppa terkejut mendengar kata-kata itu, apa mungkin eomma sudah berganti selera untuk menikahi pria kaya? Tapi itu tidak mungkin, eomma tidak mungkin seperti itu.

“bagaimana, apa kalian setuju kalau eomma menikah dengan Yong Jin-ssi ini?” tanya eomma pada kami

eomma,  boleh berikan kami waktu sampai besok untuk memikirannya?” tanya oppa pada eomma

“hhmmm baiklah, kalian boleh merundingkannya dulu” jawab Yong Jin-ssi

0O0O0O0O0O0O0O0

            Akhirnya makan malam itu selesai, Yong Jin-ssi mengatar eomma, oppa dan aku kembali ke rumah, setibanya di rumah aku langsung berlari ke kamar dan menangis sambil menatap bintang-binang dan bulan. Tiba-tiba oppa mengetok pintu kamarku, dan dia langsung menghampiriku yang sedang berdiri sendiri di balkon kamarku.

“kamu kenapa Min Rin?”

ahh gwaenchana oppa” jawabku lesu

jinjja? Kalo tidak apa-apa kenapa kamu menangis? Maukah kamu membagi kesdihanmu dengan oppa?”

oppa…….. sebenarnya aku tidak setuju dengan keputusan eomma untuk menikah lagi, dulu eomma berjanji untuk tidak menikah dengan pria manapun, tapi sekarang eomma mengingkarinya” jawabku sambil menangis lalu membaringkan kepalaku di atas pundaknya yang hangat.

ahh…. nado, tapi hanya ini yang bisa membuat eomma kembali tersenyum seperti dulu, eomma selama ini kesepian, semenjak kepergian appa eomma selalu saja ada yang kurang dalam hiudpnya, yaitu seorang kekasih, kita juga tidak boleh egois Min Rin, kamu mau kan eomma tersenyum kembali seperti dulu?”

“iya aku mau melihat eomma tersenyum lagi seperti dulu oppa, tapi……..”

“kalau kamu ragu ayo kita kirim pesan pada appa yang ada di surga, kalau eomma akan menikah lagi”

ne

“Appa…!!!!! apakah appa mendengarku di surga sana? Ini aku appa, Min Joo dan ini putri kesayangan appa Min Rin. Appa sebentar lagi eomma akan menikah, appa tolong restui ya pernikahan eomma ini, karena Min Joo dan Min Rin mau melihat eomma tersenyum seperti dulu lagi appa!” teriak oppa ke arah langit

“”Iya appa, tolong appa restui ya, Min Rin mau melihat eomma seperti dulu lagi appa” tambahku sambil menangis keras

Kami memang sudah biasa melakukan ini setiap malam sebelum tidur, semenjak appa meninggal, aku dan oppa sering mengirim pesan melalui bintang-bintang kepada appa, pesan apapun itu pasti kami sampaikan setiap malam ke appa. Itulah kenapa aku menganggap oppa-ku itu appa-ku juga, oppa mirip sekali dengan appa yang baik dan perhatian sekali padaku, betapa beruntungnya aku mempunyai oppa seperti dia.

Keesokan paginya seperti biasa oppa mengantarku ke sekolah, dan saat sampai disekolah Rin Hwa langsung menghampiriku dan memberikan info yg membuatku tidak bisa bicara sepatah katapun.

“Min Rin kamu tau berita heboh disekolah ini gak?”

“hhmmm molla, memang ada berita heboh apa Rin Hwa?”

appa Im Bersaudara akan segera menikah”

“Im bersaudara? Siapa itu?”

“itu loh Im Jong Woon dan Im Ki Bum sunbae, appa mereka Im Yong Jin akan segera menikah dengan seorang perempuan janda beranak dua”

Mendengar itu aku tidak bisa berkata-kata sedikitpun, aku bingung apakah aku harus mengatakan yang sebenarnya kalau janda itu adalah eomma-ku? Tapi nanti akan ada kehebohan besar karena berita ini, ahh lebih baik aku tidak memberitahukannya dulu pada Rin Hwa.

0O0O0O0O0O0O0

            Siangnya eomma menyuruh aku dan oppa untuk bertemu di restoran yang sama seperti kemarin. Saat kami sampai di restoran aku terkejut setengah mati, karena di situ eomma duduk bersama Yong Jin-ssi dan………. Im bersaudara!! yaitu Im Jong woon dan Im Ki Bum, bagaimana ini aku tidak mau bertemu dengan kedua bersaudara yang dingin itu. Tiba-tiba Yong Jin-ssi langsung menarik tanganku dan langsung menyruhku duduk disamping eomma.

“Min Rin bagaimana sekolahmu?” tanya Yong Jin-ssi

“sekolahku…… baik-baik saja ahjjuhsi” jawabku dengan lesu

“kamu tidak apa-apa kan Min Rin?” tanya oppa khawatir padaku

“aku tidak apa-apa oppa” jawabku pada oppa

“oh ya bagaimana keputusan kalian tentang pernikahan eomma dengan Yong Jin-ssi? Apa kalian setuju kalau Yong Jin-ssi menjadi appa angkat kalian?” tanya eomma padaku dan oppa

eomma dan Yong Jin-ssi kami berdua….” kata oppa pada eomma dan yong Jin-ssi

Oppa belum selesai berbicara aku langsung memotongnya, karena aku tau oppa pasti akan mengatakan kami berdua tidak setuju

“kami setuju eomma menikah dengan Yong Jin-ssi” jawabku tiba-tiba

Im bersaudara yang mendengarnya langsung menatapku dengan aneh sekali, aku tidak peduli, yang aku pedulikan hanyalah perasaan eomma.

“baiklah kalau begitu pernikahan akan di laksanakan 5 blan lagi ya” jawab Yong Jin-ssi

Aku dan oppa setuju saja dengan keputusan itu. Tapi kenapa Yong Jin-ssi tidak menanyakannya dulu pada Im bersaudara, jangan-jangan mereka tidak setuju, ahh sudahlah, lagipula sudah di putuskan pernikahannya.

Semenjak pembicaraan itu, Yong Jin-ssi langsung memindahkan oppa ke universitas sekolahku dan Yong Jin-ssi setiap hari menjemputku ke sekolah dan itu membuat seisi sekolah gempar, mungkin mereka berpikir, kenapa Min Rin bisa di jemput dengan Yong Jin-ssi si pemilik sekolah ini? Rin Hwa yang penasaran terus saja menanyakan hal ini padaku, aku bingung harus menjawab apa, tapi aku putuskan untuk diam dulu. Setiap kali aku bertemu dengan Im bersaudara aku tidak berani untuk menyapa mereka, karena mereka sepertinya tidak menyukaiku dan oppa, aigo eottokae? Aku pusing sekali memikirkannya, ahh sudahlah.

0O0O0O0O0O0O0O0O0

5 bulan kemudian…

Akhirnya pernikahan eomma dan Yong Jin-ssi pun dilakasanakan secara meriah dan mewah sekali, aku takjub melihatnya, belum pernah aku melihat pesta pernikahan semewah ini, ah Yong Jin-ssi memang hebat sekali.

waeyo  Min Rin-ah?” tanya oppa padaku

“ah gwaenchana oppa

“tapi sepertinya kamu terkejut dengan penikahan eomma ini?”

“iya, aku tidak pernah melihat pernikahan yang semewah ini oppa

“iya oppa juga, eomma memang beruntung mendapatkan pria yang seperti Yong Jin-ssi itu”

ne

Saat kami sedang asik-asik mengobrol tiba-tiba saja Im bersaudara menghampiri kami dan berkata

“tentu saja kalian pasti takjub dengan pernikahna yang mewah ini, karena ini pernikahan kelas tinggi, bukan pernikahan kelas rendah” ucap Im Ki Bum dengan sombongnya padaku dan oppa.

Oppa yang mendengarnya langsung ingin menghajar wajah Im Ki Bum, tapi untungnya aku bisa mengendalikan tangan oppa yang akan melayang ke tangan Ki Bum sunbae.

soernya selesai pernikahan itu, otomatis aku dan oppa harus tinggal di rumah Yong Jin-ssi atau mungkin sekarang aku sebut appa. Waktu aku sampai dirumahnya….. TO BE CONTINUED

0O0O0O0O0O0O0O0O0

Ini adalah FF pertama dari FFESKI, bagi kalian yang membacanya tolong berikan komentar kalian atas FF My Beloved Brother part 1 ini ^^

Tunggu FF My Beloved Brother part 2

%d blogger menyukai ini: