Let's to be Imaginator with FFESKI

My Beloved Brother – Part 3

 Title                : My Beloved Brother – Part 3

Author           : Revronika

Cast                : Park Min Rin( as Park Min Joo’s sister), Lee Taemin ( as Park Min Joo), Park Rin Hwa ( as Min Rin’s best friend),  Yesung ( as Im Jong Woon) and Key ( as Im Ki Bum).

Rating            : NC15

Genre             : Family, Romantic

Flash Back    : Naega dan Ki Bum oppa sudah mulai dekat satu sama lain. Tiba-tiba aku menemukan surat di kamar Min Joo oppa yang berisi kalau dia mau pergi ke Amerika untuk kuliah, tapi kenapa oppa tidak memberitahukannya langsung padaku, apa oppa menyembunyikan sesuatu dariku? Kalau tidak kenapa dia hanya menulis surat padaku kalau dia ingin pergi ke Amerika?       MY BELOVED BROTHER – PART 3

Aku langsung berlari keluar kamar oppa dan aku langsung kekamar eomma untuk menanyakannya lagi, eomma bilang itu benar, oppa akan bersekolah ke Amerika selama 3-4 tahun, kenapa aku tidak tahu?

oppa kau jahat padaku!!!” teriakku di kamar eomma

“sudahlah, lagipula kata Min Joo, dia akan sering menelponmu dari Amerika”

“iya aku tahu eomma, tapi kenapa hanya aku saja yang tidak tahu tentang berita ini dan kenapa oppa hanya menulis surat padaku?”

“Min Joo takut kalau dia minta ijin padamu, pasti kamu tidak akan membiarkan Min Joo pergi kan?”

Hajiman kalau oppa ijin padaku pasti aku akan mengijinkannya pergi ke Amerika eomma, apa sesuatu sedang terjadi pada oppa?”

Waktu aku bertanya seperti itu pada eomma, wajah eomma menjadi pucat dan tingkah lakunya berubah menjadi orang yang sedang kebingungan saja, aku mulai curiga ada apa sebenarnya ini

eomma gwaenchanayo?”

ahh gwaenchana Min Rin-ah

eomma bohong, kenapa wajah eomma pucat sekali? Apa eomma sakit?”

“ANIO!!! gwaenchana” bentak eomma padaku

Aku terkejut, tiba-tiba eomma membentakku, ada apa sih ini sebenarnya.

“Min Rin mianhae, tadi eomma membentakmu, jeongmal mianhae Min Rin-ah

Aku langsung berlari ke taman belakang rumah, aku tidak mau bertemu dengan siapapun sekarang ini.

“Min Rin-ah gwaenchana?” tanya seseorang padaku dari belakang

eung” jawabku sambil melihat siapa orang itu

Ternyata orang itu adalah Ki Bum oppa, kenapa dia ada di sini sih, aku tidak mau bertemu dengannya sekarang, pikirku.

“mau apa oppa kesini?”

“ya untuk menemanimu, oppa ingin sekali menjadi oppa kedua yang kau banggakan setelah Min Joo”

MWO?! Oppa kedua yang aku banggakan? Aku tidak salah dengar oppa? Tidak ada oppa kedua yang aku banggakan, hanya Min Joo oppa seorang saja yang paling aku banggakan di dunia ini!!” bentakku pada Ki Bum oppa

“hahaha… oppa tau pasti kamu akan menjawab seperti itu, oppa tau hanya Min Joo saja yang ada di dalam hidupmu kan? Gwaenchana, oppa akan selalu berusaha agar oppa menjadi oppa yang paling Min Rin Banggakan juga seperti Min Joo” kata Ki Bum oppa padaku sambil tersenyum

Entah kenapa waktu aku melihat senyumannya yang manis dan hangat itu, bisa membuat hatiku tenang lagi karena kejadian tadi, apakah mungkin dia sudah mulai menerimaku sebagai yeodongsaeng-nya? Ahh tidak mungkin sekali, karena Jong Woon oppa saja masih tidak bisa menerimaku sebagai yeodongsaeng-nya, apalagi dongsaeng-nya.

“Min Rin-ah gwaenchana?”

“hah? Ahh gwaenchanayo oppa

jinjja? Kalau kamu sakit katakan saja pada oppa, pasti akan oppa bantu untuk menyembuhkan sakitmu itu”

gwaenchana oppa, aku bisa menyelesaikan masalahku sendiri kok”

“Gawat aku keceplosan bicara kalau aku punya masalah, pasti oppa akan langsung menanyakan masalahku deh, AAIIGGOO EOTTEOKE??!! “ teriakku dalam hati

“hah, apa sedang ada masalah Min Rin?”

ahh anio oppa gwaencahanyo

“oh,baiklah kalau begitu, oppa pergi main dulu ya, bye bye Min Rin-ah” kata oppa sambil mengelus kepalaku seperti Min Joo oppa, lalu pergi bermain bersama temannya.

Kenapa dia mengelus kepalaku seperti yang di lakukan oleh Min Joo oppa padaku? Ahh mungkin dia hanya keceplosan saja mengelus kepalaku.

Tapi setelah hari itu Ki Bum oppa selalu saja mengelus kepalaku setiap pagi dan setiap kali dia mau pergi keluar rumah, persis sekali seperti cara yang di lakukan Min Joo oppa padaku, ahh aku tidak mau kalau nanti dia menjadi oppa kedua yang aku banggakan, karena hanya Min Joo oppa seorang saja yang aku banggakan di dunia ini, Min Joo oppa cepat kembali dari Amerika, naega jeongmal bogossipeo oppa!!!

Malamnya Min Joo oppa menelpon dari Amerika. Ini yang ketiga kalinya oppa menelponku dari Amerika semenjak oppa pergi ke Amerika. Aku langsung mengangkatnya dengan senang sekali.

yeoboseyo? Min Rin-ah?” tanya oppa dalam telepon

ne, oppa ini Min Rin. Oppa apa kabar di sana? Oppa baik-baik saja kan?”

eung… oppa baik-baik saja disini. Oh ya sekolah kamu bagaimana? Semuanya lancar kan? Tidak ada masalah?”

ne, oppa, tidak ada masalah sedikitpun dengan sekolahku. Oppa kapan pulang?”

“loh oppa kan baru saja pergi ke Amerika, masa kamu langsung bertanya kapan oppa pulang, kamu sudah menerima surat dari oppa kemarin kan?”

ne, aku sudah menerimanya, oppa kenapa hanya memberitahuku lewat surat saja oppa? Kenapa oppa tidak bicara langsung padaku?”

jeongmal mianhae ya Min Rin-ah, oppa tidak ingin kalalu kamu nanti kamu sedih kalau oppa bicara langsung padaku, oppa juga takut nanti kamu tidak akan mengijinkan oppa pergi ke Amerika kan?”

“hhmmm… hajiman, kalau oppa ijin padaku secara langsung, Min Rin pasti ijinin pergi kok oppa

“hahaha, Min Rin itu bohong kan? Oppa tau kok Min Rin itu seperti apa”

“iya sih oppa, mungkin awalnya aku tidak akan mengijinkan oppa pergi”

“tuh kan oppa benar”

ne, memang oppa selalu benar. Oppa jeongmal beogossipeo, aku ingin oppa di sini sekarang, aku mau melihat bintang-bintang bersama lagi dan mengirim pesan kepada appa yang ada di surga, sekarang pasti appa sedang melihat kita kan oppa?”

“iya Min Rin, appa itu selalu melihat oppa dan Min Rin dari surga sana,  dia akan selalu melindungi kita berdua, dan appa akan selalu hidup di dalam hati kita selamanya. Min Rin percaya kata-kata oppa kan?”

ne oppa, aku percaya kata-kata oppa. Oppa aku ingin berdoa pada appa sekarang, oppa dengerin ya doa Min Rin ini.”

ne oppa akan dengerin doa Min Rin”

appa, appa dengar Min Rin kan? Kalau appa dengar, tolong kabulkan doa Min rin ya appa. Appa, sekarang oppa sedang berada di Amerika, lindungi oppa di sana ya appa, jangan sampai oppa sakit apalagi melupakan Min Rin, karena kalau sampai oppa sakit, Min Rin juga akan sakit, kalau oppa bersedih Min Rin juga sedih. Jadi appa tolong lindungi oppa di sana ya, Min Rin mohon appa, Min Rin mau nanti oppa pulang dan Min Rin bisa melihat bintang sama-sama lagi, aku mohon appa kabulkan doa Min Rin”

Setelah aku berkata seperti itu, aku mendengar oppa menangis, dan ada seorang yeoja yang berteriak ketakutan, kalau tidak salah yeoja itu berteriak seperti ini “tolong ada orang pingsan disini, tolonglah dokter suster, cepat tolong pasien ini”. setelah itu oppa mematikan teleponnya, pas sekali waktu yeoja itu berteriak, aku yang mendengarnya semakin takut, apa itu oppa-ku yang pingsan? Apa  yang terjadi di sana? Aku ingin tau, oppa gwaenchanayo?.

Setelah telepon itu, oppa tidak pernah menelponku lagi, aku lalu menceritakan kejadian itu kepada eomma, lagi-lagi wajah eomma pucat begitu aku selesai menceritakannya, lalu eomma mulai meneteskan air mata, aku bingung sekali sekarang, aku tinggalkan eomma yang sedang menangis di kamar, akhirnya terpaksa aku bertanya pada Ki Bum oppa.

oppa, boleh aku bercerita sesuatu?”

ne, tentu saja boleh Min Rin. Kamu mau bercerita tentang apa?”

“tadi malam Min Joo oppa menelponku, lalu aku berdoa pada appa-ku yang ada di surga, aku menyuruh oppa mendengarkan doaku”

“kamu selalu berdoa kepada appa-mu yang sudah meninggal itu setiap malam?”

“iya, naega dan Min Joo oppa selalu melakukannya setiap malam. Waeyo?”

ahh gwaenchana, baiklah lanjutkan ceritamu”

“oh iya, setelah aku berdoa seperti itu, aku mendengar oppa menangis dan aku juga mendengar seorang yeoja yang berteriak kepanikan, dia berteriak kalau ada pasien yang pingsan, dia memanggil dokter dan suster, sepertinya oppa sedang sakit ya?”

“eh…….heemmm…. ahh tidak mungkin Min Joo sakit kan, Min Joo kan kuat, tidak mungkin dia sakit, mungkin dia sedang menjenguk chingu-nya yang sedang sakit di rumah sakit”

“hemm iya juga ya, kenapa tidak terpikirkan olehku, ahh gamsahamnida oppa

ne” jawab oppa sambil mengelus kepalaku lagi.

Ahh tidak mungkin oppa baik-baik saja, pasti sesuatu terjadi pada oppa sekarang, tapi oppa tidak mau memberitahukannya padaku. Semua orang juga tidak mau memberitahukannya padaku, apa yang terjadi pada oppa. Apa yang sebenarnya terjadi pada oppa?.

0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0

1 Tahun kemudian…

Ahh sudah satu tahun Min Joo oppa ada di Amerika dan dia hanya 5 kali menelponku dalam 1 tahun ini, aku jadi tambah bingung, ada apa sih sebenarnya, ada yang aneh di rumah ini, seakan-akan ada rahasia yang mereka sembunyikan dariku, tapi aku tidak tau apa itu. Kenapa hanya aku saja yang tidak boleh tau, apa yang sebenarnya terjadi?

Sekolah…. sekarang entah kenapa aku jadi tidak bersemangat untuk prgi ke sekolah, semenjak aku khawatir dengan keadaan Min Joo oppa yang sebenarnya. Apa aku bisa melewati 1 hari ini di sekolah dengan baik dan tidak ada satu hambatan sedikitpun? Lihat saja nanti.

“Min Rin-ah!!” teriak Ki Bum oppa dari dalam mobil

eung

HWAITHING!!!” semangat Ki Bum dan Jong Woon oppa padaku

ne oppa, Gamsahamnida

Oppa langsung pergi ke unit Universitas, untuk masuk mata kuliah pertama. Mereka berdua semakin aneh saja padaku, apalagi Ki Bum oppa, sikapnya membuatku aneh bila berada di dekatnya. Ahh hajiman gwaenchanayo.

Saat di kelas….

“Min Rin-ah……..!!!!!” teriak Rin Hwa padaku

ne, mwo?!” jawabku dengan kesal

“huh… kau kenapa menjawabnya seperti itu, apa kau membenciku Min Rin?”

anio, aku hanya tidak bersemangat saja hari ini dan aku juga sedang pusing dengan masalahku”

“kau punya masalah? Kenapa tidak kau ceritakan padaku dari tadi, mungkin saja aku bisa membantu masalahmu itu Min Rin”

ahh gwaenchana, aku bisa mengatasinya sendiri kok Rin Hwa, gomawo sudah mau membantuku”

ne. Tapi kalau kau punya masalah berat, beritahu saja padaku, oke”

ne

“oh ya titip salamku pada Jong Woon sunbae ya”

ne, pasti akan ku sampaikan kok padanya”

ahh jeongmal gomawo chingu-ah

ne cheonmaneyo

Saat pelajaran berlangsung pun aku tidak bisa konsentrasi mendengarkan pelajaran yang di berikan oleh Jo seonsaengnim, akibatnya aku di suruh berdiri di koridor kelas. Tiba-tiba Jong Woon oppa melewati kelasku dan tidak sadar kalau aku berdiri di koridor kelas.

1 jam kemudian…

“naiklah” kata Jong Woon oppa padaku sambil jongkok menawariku untuk naik kepunggungnya.

sireo!” bentakku

ahh ppalli… kakimu pasti capek kan, berdiri di koridor kelas selama 1 jam?”

anio, gwaenchana, aku sudah terbiasa berdiri selama berjam-jam seperti ini”

“huh ya sudah aku sudah menawari bantuan padamu, tapi kau menolaknya”

“ya sudah, lagipula aku tidak memerlukan bantuan namja sepertimu”

“baiklah kalau begitu” kata Jong Woon oppa sambil meninggalkanku sendiri di koridor kelas

“ohh ya, kau kenal sahabatku Rin Hwa kan?”

“Rin Hwa?? Ohh si gadis yang menykaiku itu ya?”

“iya, dia titip salam padamu”

“oh begitu, aku titip salam lagi padanya ya”

eung” jawabku dengan kesal

“TTTEENNGG….TTENNGG…TTEENNGG…..”

Akhirnya bel pulang sekolah berbunyi juga, ini seperti surga bagiku. Aku harus cepat pulang ke rumah siapa tau saja Min Joo oppa tadi menelponku, ppalli ppalli ppalli.

Tapi lagi-lagi Rin Hwa mengalangiku pulang, dia menyuruhku ke ruang guru.

“Min Rin kamu di panggil oleh Jo Seonsaengnim

“duh ada apa lagi sih? Apa karena saat pelajaran dia tadi aku tidak memperhatikan dia? Ahh EOTTEOKE??!!”

“hem mollayo, ppalli. Oh ya Min Rin kau sudah sampaikan salamku untuk Jong Woon sunbae kan?”

ne, sudah ku sampaikan”

“lalu apa katanya?”

“kata oppa, dia titip salam kembali untukmu”

ahh sunbae Gomapseumnida, saranghae Jong Woon sunbae. Gomawo Min Rin-ah

ne cheonmaneyo, oh ya aku ke ruang guru dulu ya, kau pulang saja duluan”

ne, aku pulang dulu ya Min Rin”

ne, josimhaseyo

ne

Saat di ruang guru…

Ternyata benar dugaanku, aku di marahi oleh Jo seonsaengnim karena kejadian di kelas tadi, aku mendapat omelan besar hari ini. Rasanya ingin sekali aku ikut oppa ke Amerika, pasti aku tidak akan mendapat omelan seperti tadi, hehehe

0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0

Aku langsung berlari ke halte bis. Selama Min Joo oppa di Amerika, aku selalu pulang naik bis, karena Ki Bum dan Jong Woon oppa tidak bisa menjemputku, mereka sangat sibuk sekali sehingga tidak bisa menjemputku

Bisku lumayan lama tiba. Mungkin sudah lebih dari 1 jam aku berdiri disini menunggu bis itu datang.

Ahh akhirnya bisku datang juga, bis itu tidak terlalu penuh.  Waktu aku melihat dari luar, semua penumpang di bis itu sepertinya aku mengenalnya. Heemmm pantas saja itu kan mahasiswi universitas tempat Ki Bum dan Jong Woon oppa kuliah.

Saat di bis…

“eh kamu kenal Min Joo kan?” kata seorang yeoja di sampingku

“ne, aku tau, waeyo?” tanya temannya

Kenapa mereka menyebutkan nama Min Joo oppa? Ada apa dengan Min Joo oppa? Apa sesuatu terjadi pada oppa? Pikiranku tidak karuan.

“yang kudengar Min Joo itu ke Amerika bukan untuk kuliah, tapi untuk mengobati penyakitnya” kata eonni itu

ah jinjjayo?” tanya temannya

eung… jinjja, yang aku dengar kalau Min Joo itu terkena penyakit Kanker otak dan katanya sudah memasuki stadium 3”

mwo? Aigo yeodongsaeng-nya bagaimana mendengar berita ini?”

“oh si Min Rin? Dia belum di beritahu tentang berita ini, karena kalau sampai dia tau, dia bisa tertekan sekali”

“oh iya ya”

jeogiyo….. dari mana kalian tau berita itu?” tanyaku pada mereka berdua

“kami mengetahuinya dari Jong Woon-ssi

“oh, Gomapseumnida

ne, chenmaneyo

“ehh…. bukannya dia itu yeodongsaeng Min Joo si Min Rin?”

“jinjjayo??!!! ahh EOTTEOKE ??!! dia pasti kaget sekali, begitu mendengar berita itu”

“ahh ini karena mulut kita berdua yang terlalu besar tadi, ahh gawat, dia pasti akan memberitahukannya kepada Jong Woon”

“iya aku juga takut sekarang, ahh tapi sudahlah”

ne kau benar”

selesai mereka berbicara seperti itu, jantungku hampir ingin berhenti berdetak, aku tidak percaya akan berita itu, berita itu tidak benar kan? oppa tidak sakit kanker otak kan?, pikirku

Saat itu juga aku langsung turun dari bis dan berlari menuju taman tempat biasanya aku dan Min Joo oppa bermain. Kata-kata eonni tadi masih teringang jelas di telingaku, Min Joo terkena penyakit kanker otak dan sudah memasuki stadium 3? Bagaimana bisa??? Bagaimana bisa oppa mendapatkan penyakit separah itu? Kenapa oppa tidak pernah memberitahukannya padaku?? OPPAAAA WAEYO??!!!, teriakku sambil memecah ketenangan taman. Semua orang yang melihatku pasti akan berpikir aku ini orang gila yang sedang tersesat.

Rasanya aku tidak ingin pulang ke rumah, karena aku tidak mau bertemu dengan mereka semua yang sudah menyembunyikan ini semua dariku, semua orang yang ada di rumahkku jahat, kalian semua jahat!!!!!

0o0o0o0o0o0o0o0o0o0

Malamnya di taman….

(Backsound: Yesung’s song – Waiting for you – Paradise Ranch OST, baca bagian ini sambil kalian mendengarkan lagunya)

“BBRRUUKKKK”

Tiba-tiba tubuhku roboh ke tanah. Badanku tidak bisa bangun, aku sudah memaksakan untuk bangun, tapi tetap saja tidak bisa, bagaimana ini, mungkin aku tertekan karena mendengar berita tadi, aku masih tidak sanggup untuk pulang ke rumah dan melihat kamar oppa.

“aku tidak kuat untuk melihat wajah oppa yang menahan rasa sakit itu sendiri, oppa kembalilah, berikan semua penyakitmu itu padaku, aku ingin sekali merasakan apa yang sedang kau rasakan sekarang ini oppa, aku tidak tega untuk melihatmu selama ini berpura-pura sehat, tapi sebenarnya kau kesakitan karena penyakitmu itu. Oppa kumohon kembalilah, aku di sini akan selalu menunggumu oppa. OPPAAA!!!! Apa kau mendengarkanku di sana? OPPAAAA!!!” teriakku kepada langit hitam yang sepi, tidak ada bintang sama sekali di sana, sama seperti perasaanku sekarang, hitam tidak ada isi sama sekali dan sangat hancur karena berita mengejutkan ini.

Aku ingin sekali menuyusul oppa ke Amerika, tapi itu tidak mungkin, oppa pasti melarangku. Oppa kembalilah ke sini, aku ingin melihat bintang lagi bersama oppa,  bercanda-canda lagi, bermain bersama lagi di taman ini, dan mengirim pesan kepada appa yang ada di surga sana, aku mohon oppa cepat kembali ya oppa, ku mohon oppa.

oppa kau adalah orang paling jahat di dunia ini, kau tidak mau membagikan masalahmu padaku, kau tidak mau menceritakan padaku apa yang sedang kau rasakan, tapi padahal aku selalu memberitahukan apa masalahku padamu oppa, apa yang sedang aku rasakan, tapi kenapa kau tidak mau memberitahukan apa yang terjadi sebenarnya kepadaku oppa, OPPAAA WAEYOOOO??!!!!!!”    TO BE CONTINUED

WAIT MY BELOVED BROTHER PART 4 ^^v

Iklan

Comments on: "My Beloved Brother – Part 3" (4)

  1. Euwhieg said:

    Keren Deh..

  2. Lanjutkan ya….
    keren lho…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: