Let's to be Imaginator with FFESKI

Title                : My Beloved Brother – Part 2

Author           : Revronika

Cast                : Park Min Rin( as Park Min Joo’s sister), Lee Taemin ( as Park Min Joo), Park Rin Hwa ( as Min Rin’s best friend),  Yesung ( as Im Jong Woon) and Key ( as Im Ki Bum).

Rating            : NC15

Genre             : Family, Romantic

Flash Back    : Eomma bersedia menikah dengan Yong Jin-ssi, awalnya aku tidak ingin eomma menikah dengan Yong Jin-ssi, tapi akhirnya Min Joo oppa menyakinkanku agar eomma menikah dengan Yong Jin-ssi. Setelah pernikahan eomma dengan Yong Jin-ssi, aku dan oppa pindah kerumah Yong Jin-ssi yang sangat besar sekali dan kelihatannya Im bersaudara yaitu Im Jong Woon dan Im Ki Bum tidak menyukai kami. MY BELOVED BROTHER – PART 2.

Selesai pernikahan itu, otomatis aku dan oppa harus tinggal di rumah Yong Jin-ssi atau mungkin sekarang aku sebut appa. Waktu aku sampai dirumahnya…..

“WWOOOOWWW….. “ teriakku terkejut melihat rumah appa Yong Jin besar sekali, lebih besar dari rumahku, rumahnya seperti istana.

“kamu baru tau kan betapa besarnya rumah kami ini? Bagi kalian rumah sebesar ini seperti istana, karena kalian sudah terbiasa tinggal di rumah yang kumuh” ucap Im Ki Bum tiba-tiba dari belakang aku dan oppa Min Joo

“kamu sombong sekali, kita sekarang kan sudah menjadi saudara, bagaimana mungkin kau berkata seperti itu pada saudaramu sendiri?!” bentak oppa pada Ki Bum oppa

“HAH…. aku tidak salah dengar kan? Saudara maksudmu? Siapa yang mau menjadi saudaramu? Kami tidak mau bersaudara denganmu dan yeodongsaeng-mu ini”

“jangan sekali-kali kamu menghina yeodongsaeng-ku, kalau kau sampai menghinanya lagi, aku tidak akan memaafkanmu”  bela oppa padaku sambil memegang kerah baju Ki Bum

“tadi kau bilang kami?” tanyaku pada Ki Bum

“Ya, kami…. aku Im Jong Woon dan Im Ki Bum” ucap seseorang dari belakangku.

Begitu mendengar namanya, badanku tidak bisa bergerak sama sekali, mungkinkah orang ini Im Jong Woon yg beberapa waktu lalu menabrakku di kantin sekolah dan tidak meminta maaf padaku? Pikirku, lalu tiba-tiba saja badanku lemas sersa ingin pingsan, untung saja oppa langsung menangkapku yang hampir roboh ke lantai, dia sangat khawatir sekali

“MIN RIN-ah gwaenchana?” tanya oppa dengan khawatir

eung…. gwaencahanayo oppa” jawabku dengan lemas

jinjja? Kalau kau sakit bilang saja pada oppa Min Rin”

jinjjayo oppa, aku baik-baik saja, tidak apa-apa, mungkin aku hanya kelelahan, jadi aku hanya butuh sedikit istirahat saja”

“kalau begitu oppa akan menanyakan eomma di mana kamarmu agar kamu bisa istirahat” kata oppa sambil mengelus kepalaku dengan lembut seperti biasa.

ne

Oppa langsung meninggalkanku bersama dua orang yang paling aku benci sekarang ini, rasanya aku ini melempar guci besar yang ada di sebelahku ka arah mereka berdua, tapi itu tidak mungkin, karena guci itu besar dan berat sekali.

Hyung ayo kita tinggalkan dia sendiri disini, nanti juga oppa-nya yang tercinta itu akan kembali lagi membawanya” kata Ki Bum pada Jong Woon oppa

“hmm.. ayo, aku juga sudah malas berurusan dengan dia dan oppa-nya yang menyebalkan itu” jawab Jong Woon

Aku yang mendegarnya langsung emosi sekali

“apa katanya?? Oppa-ku menyebalkan?? Hey kaulah yang menyebalkan, naega oppa aniyeyo!” gumamku

“kau barusan berkata apa?!” tanya Jong Woon oppa padaku dengan kesal

anio, gwaenchana” jawabku

Untung saja dia tidak mendengarnya, kalau sampai dia mendengar gumamaman ku tadi, habislah aku.

Oppa datang dan langsung membawaku pergi ke kamarku yang baru dan meninggalkan Jong Woon dan Ki Bum oppa berduaan. Sesampai dikamar, lagi-lagi aku terkejut sekali kamarku sangat feminim sekali design-nya, hampir semua barang-barang di ruangan itu berwarna pink, warna kesukaanku.

oppa, ruangan ini siapa yang mendekorasinya?”

waeyo? Kamu tidak suka dengan dekorasinya Min Rin-ah?”

anio, kamar ini sangat yepeo oppa, aku suka sekali”

“ya oppa pikir juga begitu, tapi siapa yang mendekorasinya?”

“hem…. molla, aku pikir oppa tau siapa yang mendekorasi kamar ini”

oppa sama sekali tidak tau, tapi bagus kan?”

ne, jeongmal oppa” jawabku sambil memeluk oppa dengan erat.

0o0o0o0o0o0o0o0o0o0

            Semenjak aku tinggal di rumah Yong Jin appa, appa selalu saja ingin mengatarku dan oppa ke sekolah, tapi aku menolaknya, appa dan oppa bingung kenapa aku tidak mau diantar kesekolah, tapi untung saja aku langsung memberikan alasan kalau aku tidak terbiasa diantar kesekolah lagi semenjak appa kandungku meninggal, beruntungnya mereka percaya saja dengan alasan palsuku ini, hihihihi.

“Min Rinie, akhir-akhir ini kau menjauhiku, waeyo?” tanya Rin Hwa yang mengagetkanku dari belakang

“HAH… anio, aku tidak menjauhimu Rin Hwa” jawabku

“BOHONG… aku merasa kau menjauhiku, seperti ada suatu hal besar yang kau sembunyikan dariku”

Gawat Rin hwa sudah mulai sadar kalau dia itu aku bohongi tentang pernikahan Im Yong Jin pemilik sekolah dengan eomma-ku, ahhh eottheoke??!!! Aku panik sekali sekarang, tidak bisa berbuat apa-apa lagi sekarang, terpaksa aku harus memberitahukan hal ini pada Rin Hwa atau nanti dia tidak akan berhenti bertanya padaku.

“Rin Hwa aku akan memberitahumu rahasia besar, tapi janji kau tidak akan menyebarkannya ya pada siapapun?” tanyaku

“rahasia apa itu? Iya aku janji tidak akan memberitahukannya pada siapapun Min Rin-ah

“benar kau janji?”

ne, ppalli….. ceritakan padaku rahasia itu”

“baiklah, hemph…. sebenarnya….. janda yg menikah dengan Yong Jin-ssi itu adalah……”

“siapa janda itu Min Rin?”

“janda itu adalah eomma-ku”

MWO?! Jadi, janda itu, eomma-mu?”

ne, kau benar sekali”

“itu berarti Yong Jin-ssi itu adalah appa-mu sekarang?”

eung

“lalu lalu, Im Bersaudara itu oppa-mu sekarang?”

eung, kau berisik sekali Rin Hwa, kalau sampai ada orang yang tau, kaulah yang aku tuduh menyebarkannya”

ne aku berjanji tidak akan memberitahu siapapun”

“baiklah, oh oppa sudah pulang kalau begitu kita pulang bersama saja naik mobil oppa

jinjja? Oke”

Saat di mobilpun Rin Hwa terus saja berisik dengan berita yang tadi kuberitahu kepadanya, yang membuatku terkejut hampir mati adalah, ternyata dia sudah lama menyukai Jong Woon oppa, tapi kenapa baru sekarang dia memberitahukannya padaku? Kenapa tidak dari dulu? Dasar Rin Hwa.

“Min Rin boleh ya aku main ke rumahmu yang sekarang?” tanya Rin Hwa

“untuk apa?”

“aku ingin bertemu dengan Jong Woon oppa Min Rin”

sireo

ahh waeyo? Kumohon Min Rin”

“percuma saja kalau kau kerumahku, kau tidak akan pernah bisa bertemu dengan Jong Woon oppa, karena dia selalu berada di luar rumah, tidak pernah diam di rumah seharipun, mungkin baru bisa bertemu dengannya waktu tengah malam, dia baru pulang kerumah tengah malam nanti”

“HAHHH….. jinjjayo?! Ah kau pasti berbohong padaku kan Min Rin? Kau tidak mau aku bertemu dengan Jong Woon oppa kan?”

jinjjayo, aku tidak berbohong padamu, kalau kau mau bukti, kau boleh kerumahku sekarang, tapi jangan salahkan aku, kalau kau nanti dimarahi oleh orangtuamu karena pulang malam”

ne, ayo kita kerumahmu sekarang Min Rin”

ne

2 jam Kemudian…

Akhirnya kami sampai di rumahku, Rin Hwa yang tidak sabar langsung saja masuk ke dalam rumah dan ternyata apa yang dia dapat…. tidak ada seorangpun di rumah yang sebesar istana itu.

“bagaimana mungkin rumah sebesar ini tidak ada orangnya sama sekali?” tanya Rin Hwa heran

“ya itu benar, karena eomma dan appa sedang ada bisnis di luar negeri, sedangkan Im bersaudara sedang les atau bermain di suatu tempat yang aku sendiri tidak tahu di mana”

“kau bohong, aku yakin Jong Woon oppa akan pulang sebentar lagi”

“ya sudah kalau kau tidak percaya padaku, kau tunggu saja sampai tengah malam”

“baik, kau menantangku untuk menunggu Jong Woon oppa

“anio”

Aku langsung pergi meninggalkannya sendiri di kamarku, aku langsung pergi ke super market yang letaknya lumayan jauh dari rumah, aku pergi bersama Min Joo oppa.

“loh… Rin Hwa mana? Kamu tidak mengajaknya ikut?” tanya oppa padaku

“aku sudah mengajaknya oppa, tapi dia tetap saja tidak mau ikut, katanya dia ingin menunggu Jong Woon oppa pulang”

“hahahaha, lucu sekali sih Rin Hwa”

“kok lucu oppa? Justru meurutku dia sudah sinting” gerutuku pada oppa

“ceritanya kau marah karena oppa bilang dia lucu?”

ani…”

“ahh dasar yeodongseang oppa satu ini” jawab oppa sambil mengelus kepalaku lagi.

0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0

            Sesampainya di supermarket, aku melihat namja yang membuatku kaget sekali, aku bertemu dengan Im bersaudara, mereka diikuti oleh banyak orang, seperti aktor, padahal kan mereka bukan aktor.

oppa bukankah itu Jong Woon oppa dan Ki Bum oppa?” tanyaku pada Min Joo oppa

“iya, oppa juga kaget melihat mereka di sini dan diikuti banyak orang seperti itu”

“apalagi aku oppa, memangnya ,mereka itu aktor apa?”

“hahaha sudahlah, ayo kita beli cemilan bulananmu”

“baiklah oppa

Kami sedang asik-asiknya berbelanja cemilanku, tiba-tiba Im bersaudara menghampiri kami. Awalnya aku dan oppa tidak mau memerdulikannya, tapi mereka malah mengikuti kami terus.

“HEY… sebenarnya kalian berdua itu mau apa?!” bentak oppa pada mereka

“tidak apa-apa, memangnya kenapa kalau kami mengikuti kalian?” ucap Ki Bum oppa

“iya memangnya kenapa kalau kami mengikuti kalian?” tambah Jong Woon oppa

“tidak apa-apa oppa, oppa kenapa kalian ada di sini? Bukannya seharusnya kalian les atau bermain-main di luar? Kok kalian ada di super market sih?” tanyaku pada mereka berdua

“memangnya kenapa, memangnya tidak boleh orang seperti kami ada di super market?” tanya Ki Bum oppa

“ya gwaenchana sih kalau kalian ada di sini” jawabku dengan kesal

Setelah itu Min Joo oppa mengajakku berbelanja lagi, tapi tetap saja Im bersaudara itu mengikuti kami, aku dan oppa kesal, kami berdua langsung meninggalkan super market, tapi lagi-lagi mereka berdua tetap saja mengikuti kami sampai keparkiran.

“HEY!!! Sebanarnya mau kalian itu apa sih?” bentak Min Joo oppa

“hhmmpphhh.. kali ini ka…ka…kami…kami… KAMI MINTA BANTUAN KALIAN” teriak mereka

“minta bantuan kami? Tumben” tanya Min Joo oppa heran

“ne, kami mohon tolong bantu kami sekali ini saja” mohon Jong Woon oppa

“bantu apa oppa?” tanyaku

“kami boleh tidak ikut kalian pulang ke rumah?” kata Ki Bum oppa

“memangnya mobilmu kemana?” tanya Min Joo oppa

“sudahlah kami tidak punya waktu menjelaskannya, kami harus segera pergi dari sini, nanti kalau sudah di rumah baru kami ceritakan” jelas Jong Woon oppa

“hmm baiklah, come on” ajak Min Joo oppa

Entah kenapa selama kami tinggal satu rumah, aku sudah mulai terbiasa dengan sikap mereka itu. Ahh sudahlah janganku pikirkan lagi, lebih baik memikirkan diriku yang belum beres ini.

0o0o0o0o0o0o0o0o0o0

            Malamnya kami sekeluarga berkumpul di ruang keluarga, eomma dan appa baru saja pulang kerumah, sedangkan Rin Hwa sudah pulang sebelum aku sampai di rumah.

“loh tumben kita berkumpul seperti ini eomma?” tanyaku pada eomma

“iya ada rahasia yang ingin appa-mu katakan” jawab eomma

“rahasia apa eomma?”

molla, kita dengar saja appa

Tiba-tiba appa duduk di sampingku dan lagi-lagi keluar kata-kata yang hampir membuatku mati tidak bisa bergerak.

“Min Rin-ah dan Min Joo-gi, sebenarnya Im Jong Woon dan Im Ki Bum itu seorang aktor terkenal sekarang ini”

MWO?! Mereka aktor?” teriakku dan oppa

ne, jadi kalian mau kan memakluminya?”

ne, kami mau memaklumi itu, hajiman…..” tanyaku

waeyo Min Rin?”

waeyo appa baru memberitahu kami sekarang?”

mianhaeyo Min Rin-ah, Min Joo-gi appa baru memberitahukan kalian sekarang, karena appa takut kalian tidak mau menerima mereka sebagai saudara kalian karena mereka seorang aktor”

ahh gwaenchana appa” kata Min Joo oppa

Aku pusing 7 keliling sekarang, kenapa bisa kedua oppa tiriku adalah seorang aktor terkenal, pantas saja mereka sangat di kagumi oleh satu sekolah, mereka itu aktor terkenal.

0o0o0o0o0o0o0o0o0o0

            Besoknya tumben sekali Min Joo oppa tidak menantarku pergi kesekolah, waktu ku periksa kamarnya tidak ada, aku bertanya pada eomma ternyata oppa sudah pergi pagi-pagi sekali, tumben oppa tidak pamit padaku, biasanya oppa itu selalu pamit dulu padaku kalau ingin pergi, sekarang dia pergi begitu saja, aku jadi khawatir dengan oppa.

Akhirnya aku berangkat bersama dengan Jong Woon dan Ki Bum oppa, kesekolah. Biasanya kami tidak akan saling berbicara satu sama lain, tapi entah kenapa Ki Bum oppa terus mengajakku mengobrol, ternyata dia memiliki mulut yang sangat bawel sekali seperti yeoja saja.Gwaenchana, yang penting sekarang hubunganku dengan oppa tiriku ini membaik.

Saat di sekolah…

“Min Rin kamu barusan diantar siapa? Kok mobilnya beda dari biasa? Min Joo sunbae beli mobil baru ya?” tanya Rin Hwa

anio, aku bersama Im Bersaudara tadi”

JINJJA??!!”

eung jinjjayo

“ahh beruntungnya dirimu Min Rin-ah

“ahh biasa saja kok rasanya, tapi aku heran”

“heran kenapa?”

“tapi pagi Min Joo oppa sudah tidak ada di rumah, dia pergi ke suatu tempat yang aku tidak tahu, hp-nya pun tidak aktif, hem aku bingung kemana dia. Dan kau tahu, tadi waktu di mobil Ki Bum oppa mengajakku mengobrol, tumben sekali kan?”

“Ki Bum sunbae mengajakmu ngobrol? Tumben, ada apa ya?”

“hem molla, ahh sudahlah bel masuk udah bunyi tuh”

aishh jinjja, ppali…ppalli

Pelajaran hari ini sangat membosankan menurutku, karena sebagian guru tidak masuk untuk mengajar. Tiba-tiba Smart phone-ku berbunyi, pertanda ada sms masuk, waktu ku baca isi sms itu aku langsung berlari keluar kelas, ternyata itu sms dari Ki Bum oppa, untung saja jam sekolah sudah berakhir. Saat di gerbang sekolah Im Bersaudara sudah menungguku, aku pulang bersama mereka lagi, aku pamit pulang kepada Rin Hwa.

0o0o0o0o0o0o0o0

            Saat di rumah aku langsung berlari ke kamar Min Joo oppa dan ternyata oppa tidak ada di dalam kamar, tiba-tiba aku menemukan kertas seperti pesan, isi pesannya adalah:

“Min Rin deongsaeng oppa yang paling oppa sayang. Jeongmal mianhae Min Rin-ah oppa pergi tidak pamit padamu, kalau oppa pamit pasti kamu tidak akan menijinkan oppa pergi, oh ya oppa akan bersekolah di Amerika mulai sekarang, hmm mungkin sekitar 3-4 tahun oppa di sana, jadi jangan pedulikan oppa, pikirkan sekolahmu, belajar yang rajin ya. Oh ya oppa sudah menitipkanmu pada Jong Woon hyung dan Ki Bum, mereka yang akan menjagamu mulai sekarang, jadilah yeodongsaeng baik ya untuk Jong Woon dan Ki Bum, kamu mau kan berjanji kepada oppa? Oppa percaya kalau Min Rin bisa menepati janji, selamat tinggal Min Rin, oppa akan sering menelponmu dari sana.

With Love, Min Joo” TO BE CONTINUED….

 

WIT FOR >>> My Beloved Brother – Part 3

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: